Archive for June, 2008

Ibu…

Ibu…

dikala diri ini merinduimu…

ku sering kali mengenangkan kisah diriku ber sama mu…

ku seringkali melukai hatimu…

kekadang diri ini,

tidak sedar diri melukai hatimu…

diri ini amat menyesali dgn apa yang telah berlaku…

diri ini amat bersalah kepadamu…

ibu..

sejauh mana pun diri ini melankah…

sejauh mana pun jarak kita…

sejauh mana pun kita berada…

aku tetap merinduimu…

ibu….

diri ini kini berada jauh diperantauan…

mencari ilmu membela nasib diri…

mencari ilmu untuk sesuap rezeki..

mencari ilmu demi membela nasib ummah…

mencari ilmu demi membela agama…

mencari ilmu demi bangsa…

ibu…

redhakan lah segala keringatmu selama ini…

diri ini memerlukan restu dari mu….

untuk meneruskan hidup yg hakiki…

ibu…

segala jasa yang dicurahkan selama ini…

segala pengorbanan mu…

segala kasih dan sayang mu..

segala jerih perih penderitaanmu…

dalam mendidik, membela, mengajar diriku selama ini…

sehinggakan ku mencapai ketahap ini…

tidak dapat ku balasi dengan wang emas atau pun perak…

tapi diri ini hanya mampu membalasinya…

hanya dengan bakti, kasih, dan anak yg soleh untuk mu…

insyaAllah…

Ibu…

doakan lah diri ini selalu berada dibawah rahmatNya…

berjaya menempuh segala dugaan dan cabaran…

dalam mencari ilmu duniawi dan ukhrawi…

Advertisements

Keringat Seorang Ayah…

kasih seorang ayah terhadap anak nya….

dikala tangan mu ayah menyentuh jari jemari halusku…

yang masih lemah dan longlai untuk meneruskan kehidupan…

namun sesudahku dewasa…

tangan ini lah yang seringkali menderhakai mu…

ya Allah ampuni lah aku….

ayah…. ku mengerti segala jerih payah diri mu dalam membesarkan ku selama ini…

disaat diri ini memikirkan…

disaat diri ini ditinggalkan kesepian…

tiada lagi arah untuk ku tuju…

ayah… bimbinglah aku…

menuju jalan ilahi….

oh ayahku!!!! ko seorang pejuang rupanya…

ku rasa sungguh bertuah…

takkan ku sesali takdir ini…

suatu hari nanti…

bumi allah ini akan bersih jua…

dari najis mungkar dan dosa…

aku anak ayah anak pejuang…

Tatkala seorang anak perempuan bertanyakan kepada ayahnya yang sudah tua, tanpa disengajakan anak perempuannya melihat ayahnya mengusap wajahny yang mulai berkerut dengan badannya yang makin membongkok dimakan usia dengan suara batuk tuanya…

Lalu anak perempuan itu bertanyakan kepada ayahnya : “ayah, kenapa wajah ayah makin berkerut dan badan ayah kian hari kiat membungkuk???”
demikian pertanyaan anak perempuan kepada ayahnya ketika sedang santai di beranda,

Si ayah menjawab ” Kerana aku lelaki ”

Anak perempuan itu berkata tidak memahami apa yg telah dimaksudkan oleh ayahnya itu dengan sendirian ” aku tidak mengerti” dengan berkerut kening karena jawapan si ayahnya membuat hatinya bingung.
Ayah hanya tersenyum, dipeluk dan dibelainya manja rambut anaknya sambil menepuk bahunya dan berkata “Anakku kamu memang belum mengerti tentang lelaki “. Demikian bisik sang ayah yang membuat anaknya bertambah bingung.
Kerana perasaan ingin tahu lalu si anak perempuan segera mendapatkan ibunya untuk bertanyakan persoalan yg membingungkan dirinya itu, si anak perempuan bertanya kepada ibunya :

“Ibu, mengapa wajah ayah kian berkerut dan badan ayah kian hari kian membungkuk? dan sepertinya ayah mengalami demikian tanpa ada keluhan atau rasa sakit ???”

Ibunya menjawab “Anakku, jika memang seorang lelaki bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian “. hanya itu jawaban si ibu dan anak itupun kemudian tumbuh dan menjadi dewasa, tapi ia tetap masih mencari-cari jawapan, kenapa wajah ayahnya yang tampan berubah menjadi berkerut dan badannya membungkuk??

Hingga suatu malam ia bermimpi, dan didalam mimpinya ia seolah-olah ia mendengar suara yg lembut dan kata-katanya terdengar dengan jelas, itu ternyata rangkaian jawapan pertannyaannya selama ini yang selalu ia cari.
” Saat kuciptakan lelaki, AKU membuatnya sebagai pemimpin keluarga, serta sebagai tiang seri dari bangunan keluarga tersebut, dan ia senantiasa akan berusaha menahan setiap ujungnya agar keluarganya senantiasa merasa aman, teduh dan terlindungi. ”

“Kuciptakan bahunya yg kuat dan berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat untuk melindungi seluruh keluarganya. ”

“Kuberi kemahuan kepadanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yg berasal dari titisan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, walaupun seringkali ia mendapat cercaan dari anak-anaknya, ”

“Kuberikan keperkasaan dan mental pintar yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya ia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya ia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan terhembus angin, ia relakan tenaga perkasanya demi keluarganya dan yang selalu dia ingat adalah disaat semua keluarganya menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil jerih payahnya.”

“Kuberikan kesabaran, ketekunan dan dan kesungguhan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa ada keluh kesah. walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan seringkali menerpanya.”

“Kuberikan perasaan kuat dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam suasana dan situasi apapun, walaupun tidak jarang anak-anaknya melukai perasaannya dan hatinya.”

“Padahal perasaannya itu pulalah yang telah memberikan rasa aman disaat anak-anaknya tertidur lelap, serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anaknya agar selalu saling mengasihi dan menyayangi sesama saudara.”
“Kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan kepadanya untuk memberikan pengertian dan kesedaran kepada anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, bahkan seringkali ditentang dan ditolak oleh anak-anaknya. ”

“Kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran bahawa isteri yang baik adalah isteri yang sentiasa setia terhadap suaminya, isteri yang baik adalah isteri yang selalu menemani dan bersama-sama menjalani perjalanan hidup baik suka mahupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada istri, agar tetap berdiri, bertahan, sepadan dan saling melengkapi dan saling mengasihi.”
“Kuberikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahwa lelaki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirannya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya dapat hidup didalam keluarga bahagia dan badannya yang bungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai lelaki yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga dan segenap perasaannya, kekuatannya, kesungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya. ”
“Kuberikan kepada lelaki tanggung jawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan sebaik-baiknya, dan hanya inilah kelebihan yang hanya dimiliki oleh lelaki. walaupun sebenarnya amanah ini adalah di dunia dan di akhirat.”
Terkejut anak dari tidurnya dan segera ia berlari, berlutut dan berdo’a hingga menjelang subuh, setelah itu ia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa, ketika ayahnya berdiri si anak menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya.
“AKU MENDENGAR DAN MERASAKAN BEBANMU, AYAH”

Jadi bila mana ayah kita masih hidup jangan sia-siakan membuat hatinya tersenyum dan gembira, Bila ayah telah tiada jangan putuskan tali silaturahim yang telah dirintisnya, dan do’akan agar TUHAN selalu menjaganya dengan sebaik-baiknya . Doaku selalu bersama mu Abah….

p/s : Al-fatihah kepada abah ku yg telah pun meninggal dunia pada tahun 1995 dulu… terima kasih….

Perjalanan Ke Airport ( Amman )

Hari ini 10hb Jun 2008, dalam sejarah aku sepanjang berada di bumi Jordan ini, semasa perjalananku ke Airport Queen Alia, untuk menghantar seorang kawan balik ke Malaysia untuk bercuti pengajian musim panas.

Semasa perjalanan dari mu’ah ke amman, semasa separuh perjalanan kesana tetiba jalan dilitupi kabus ( habuk pasir ) yang amat tebal.. sehinggakan jalan tidak dapat dilihat dengan terang… dan sepanjang perjalanan itu, sebanyak 6 kemalangan berlaku antara kereta dan kereta, kereta dan trailer dan macam-macam lagi… sehinggakan jalan ditutup untuk laluan…

kabus yang meliputi jalan-jalan sepanjang perjalanan kami ke airport memang dari padang pasir di tepian sepanjang jalan yg kami lalui.. dari situlah jalan menjadi begitu sesak… habuk-habuk melitupi keseluruhan kenderaan yg dinaiki… kami perlahan-lahan bergerak bagaikan bergerak didalam litupan asap yg tebal…

alhamdulillah apa pun… kami selamat sampai ke airport dengan aman sekali. dan kawan kami dapat pulang dengan selamat ke tanah air…

p/s : dipublish lewat iaitu 22hb Jun 2008.

kesesakan lalu lintah di seberang jalan amman ke mutah.. kerana berlakunya xcdent dibeberapa tempat.

ribut pasir…

jalan masuk ke airport yg dilitupi habuk…

beginilah gambaran sepanjang perjalanan dari mutah ker airport amman jordan…

Lambaian Ka’abah

Alhamdulillah apa yg dilihta selama ini telah pun menjadi satu kenyataan… 11hb Jun 2008 – 21 Jun 2008 menjadi titik sejarah bagi diri ini, selama ini apa yg dilihat didalam gambar, didalam majalah dan tv telah pun menjadi satu kenyataan bagi diri yang lemah ini…

Perjalanan dari jordan ke mekkah mukarramah mengambil masa selama sehari perjalanan jika melalui darat… perjalanan ini mmg sgt advanture sekali… jauh perjalanan luas pengalaman dan sakit lah urat-urat… hehhe… tapi walaubagaimana pun kami tetap bersabar untuk berada dibawah riayatullah….

Bas yg digunakan untuk ke Madinah dan seterusnya Mekah….


Sempadan Jordan dan Saudi…. Lepas jer pagar… masuklah kami ke Saudi… Fi Riayatillah…

Berlatar belakangkan masjid nabawi…

Makam yg mana makamkan rasulullah dan para sahabat…

Lepas jer buat umrah… Alhamdulillah 7x umrah… barakafillah…

dilorong saie antara safa ilal marwah…. ( after saie )…

hari terakhir berada di Mekkah….

Alhamdulillah akhirnya umrah sudah selesai… lambaian kaabah telah terhidang… dan kini kesedihan mmg terasa bila mana bumi riayatillah ini akan ku tinggalkan… sebenarnya banyak lagi perkara yg ingin diri ini kongsikan bersama, tetapi kalau nak diceritakan kesemuanya mmg tak dapat nak diungkapkan dgn kata2… dan adalah baik kiranya anda sendiri merasai pengalaman ke bumi yg penuh barakah itu… dan anda akan tahu sejauh mn pengalaman dan hasil yg akan anda dapat…. insyaallah…

Kisah Terompah Kayu…

pada suatu hari, seorang kawan ku dari JOrdan sangat beria untuk membeli sepasang kasut kepada kakaknya @ entah ler kepada saper yang pasti ianya tentulah akhawat yang kami tidak kenal siapa dier…

( dalam pertanyaan ??? )….

dengan excitednya dier telah mencari kasut tersebut… lalu ternampaklah satu pasang kasut yang mmg berjenama dan kononnya made in italy.. fuhhhhh dengan bangganya juga dier telah membawa balik kasut tersebut dengan megah sekali kononnya kasut itu mmg berjenama…

kalau lah korang semua tengok dari segi jenamanya mmg amat bangga kalau memakainya… kasut ini juga banyak kelebihannya jika dipakai oleh akhwat maklumlah… kasut nih boleh dijadikan senjata bagi akhawat yang dikacau oleh lelaki jalanan.. kasut ini juga kalau dipakainya memang amat kuat bunyinya dan amat sesuai bila dipakai semasa majlis sukaria… kerana bunyi yang kuat…. dan juga boleh dijadikan alat music…

kasut ini dikenali dengan nama terompah yang berjenama GUCCi made in Italy…

APA ITU AS-SAMAHAH (TOLERANSI) ?



As-Samahah atau Toleransi adalah :
 
[1] Kerelaan hati kerena kemuliaan dan kedermawanan
[2] Kelapangan dada karana kebersihan dan ketaqwaan
[3] Kelemah kelembutan kerana kemudahan
[4] Muka yang ceria kerana kegembiraan
[5] Rendah diri dihadapan kaum muslimin bukan kerana kehinaan
[6] Mudah dalam berhubungan sosial (mu'amalah) tanpa penipuan dan
    kelalaian
[7] Beristiqamah dalam berda'wah ke jalan Allah tanpa mujamalah.
[8] Terikat dan tunduk kepada agama Allah Subhanahu wa Ta'ala tanpa
ada rasa keberatan
 
Adalah :
 
[a] Islam yang syumul
[b] Iman yang cekal
[c] Puncak tertinggi budi pekerti (akhlaq)
 
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda.

"Ertinya : Sebaik-baik orang adalah yang memiliki hati yang mahmum dan
lisan yang jujur, 

ditanyakan : Apa hati yang mahmum itu ? 

Jawabnya :
'Adalah hati yang bertaqwa, bersih tidak ada dosa, tidak ada sikap
melampaui batas dan tidak ada rasa dengki'. 
 
Ditanyakan : Siapa lagi (yang lebih baik) setelah itu ?. 
 
Jawabnya : 'Orang-orang yang membenci dunia dan cinta akhirat'. 
 
Ditanyakan : Siapa lagi setelah itu ? 

Jawabnya : 'Seorang mukmin yang berbudi pekerti luhur"

(Lihat Shahih Al-Jami' As-Shaghir wa Ziyadatuhu).

Musim Umrah ??? ( Mekah dan Madinah )

Perangkaan Tempat Bagi Jemaah Umrah

Berihram Umrah dari miqat dengan niat Umrah dan disusuli dengan talbiah

Melakukan tawaf Umrah

Sembahyang Sunat Tawaf Dua Rakaat

Multazam – Zamzam

Bersaie dengan saie Umrah

Bercukur atau bergunting

Perhatian: Jika jemaah Umrah masih berada di Mekah dan dia ingin mengerjakan Umrah sekali lagi, dia bolehlah berihram dari Masjid Sayyidah Aisyah radhiallahu ‘anha (di Tan’im) kemudian kembali ke Mekah untuk melakukan tawaf dan bersaie.

Ziarah Nabi Muhammad s.a.w

Hukum Ziarah dan Kelebihannya:

Ulama telah bersepakat mengatakan bahawa menziarahi baginda adalah sebesar-besar usaha mendekatkan diri kepada Allah dan sebaik-baik ketaatan. Orang yang menziarahi juga hendaklah berniat menziarahi masjid baginda kerana baginda telah bersabda bahawa sembahyang di dalamnya lebih baik dari seribu sembahyang di tempat yang lain melainkan Masjidilharam.

Diriwayatkan daripada Rasulullah s.a.w.:
(Janganlah kamu bersusah payah untuk musafir melainkan ke tiga buah masjid: Masjidilharam, masjidku ini dan Masjidilaqsa).

Diriwayatkan daripada Ibnu Umar r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda:
(Sesiapa yang menziarahi maqamku, pasti dia mendapat syafaatku).

Adab-adab Ziarah:

· Sepatutnya bagi pengunjung ketika dia menghala ke Madinah Munawwarah, dia banyak mengucapkan selawat dan salam ke atas Nabi serta memohon kepada Allah supaya memanfaatkannya dengan ziarahnya itu dan menerima ziarahnya itu kemudian berdoa:

(اللهم افتح لي أبواب رحمتك، وارزقني في زيارة نبيك (صلى الله عليه وسلم) ما رزقته أولياءك وأهل طاعتك واغفر لي وارحمني يا خير مسؤول).

· Dia disunatkan mandi sebelum memasuki Madinah Munawwarah dan memakai pakaian yang paling bersih.

· Apabila sampai di pintu masjid baginda s.a.w, dia hendaklah mendahulukan kaki kanannya ketika melangkah masuk dan menggunakan kaki kirinya ketika melangkah keluar.

· Dia masuk dengan menuju ke Raudhah (iaitu bahagian di antara mimbar dan maqam Nabi di mana permaidaninya berwarna hijau sedangkan permaidani masjid di bahagian yang lain semuanya berwarna merah). Setelah itu dia mendirikan sembahyang sunat Tahiyyat Masjid kemudian dia datang ke maqam Nabi dan berdiri menghadap muka baginda s.a.w. sekitar empat hasta dari dinding maqam dalam keadaan beradab kemudian memberi salam tanpa menguatkan suaranya cuma cukup sekadar didengar oleh dirinya sendiri, sebagai tanda peradaban bersama baginda s.a.w.

· Pengunjung membaca dengan hati yang khusyuk sambil menundukkan muka serta memperlahankan suara dan tidak banyak menggerakkan anggota badan:

(السلام عليك يا رسول الله, السلام عليك يا نبي الله السلام عليك يا حبيب الله, السلام عليك يا خيرة خلق الله, السلام عليك يا صفوة الله, السلام عليك يا سيد المرسلين وخاتم النبيين, السلام عليك يا قائد الغر المحجلين, السلام عليك وعلى أهل بيتك الطيبين الطاهرين, السلام عليك وعلى أزواجك الطاهرات أمهات المؤمنين, السلام عليك وعلى أصحابك أجمعين, السلام عليك وعلى سائر عباد الله الصالحين, جزاك الله يا رسول الله أفضل ما جزى نبياً ورسولاً عن أمته, وصلى الله عليك كلما ذكرك الذاكرون, وغفل عن ذكرك الغافلون. أشهد أن لا إله إلا الله, وأشهد أنك عبده ورسوله, وأمينه وخيرته من خلقه, وأشهد أنك قد بلغت الرسالة, وأديت الأمانة, ونصحت الأمة, وجاهدت في الله حق حهاده).

· (Sesiapa yang kesuntukan masa untuk berbuat demikian atau tidak mengingatinya, dia bolehlah membaca sebahagian dari salam ini sahaja).

· Jika seseorang memesankannya supaya menyampaikan salam kepada Rasulullah s.a.w dia hendaklah memberi salam secara menyebut: (السلام عليك يا رسول الله من فلان ابن فلان).

· Kemudian dia melangkah ke kanan sekadar satu hasta lalu memberi salam kepada Sayidina Abu Bakar r.a dengan berkata:

(السلام عليك يا خليفة رسول الله ، السلام عليك يا صاحب رسول الله في الغار ، السلام عليك يا رفيقه في الأسفار ، السلام عليك يا أمينه على الأسرار ، جزاك الله عن الإسلام والمسلمين خيراً ، اللهم ارض عنه وارض عنا به).

· Kemudian dia melangkah ke kanan sekadar satu hasta lalu memberi salam kepada Sayidina Umar r.a. dengan berkata:

(السلام عليك يا أمير المؤمنين، السلام عليك يا من أيد الله به الدين، جزاك الله عن الإسلام والمسلمين خيراً، اللهم ارض عنه وارض عنا به).

· Setelah itu dia kembali semula ke Raudhah dan banyak mendirikan sembahyang dan berdoa di sana.

Ziarah Perkuburan Baqi’, Syuhada’ Uhud dan Masjid Quba’:

· Sunat keluar ke perkuburan Baqi’ pada setiap hari terutamanya tengahari hari Jumaat iaitu selepas memberi salam kepada Rasulullah s.a.w. Apabila sampai di sana kita memberi salam dengan berkata:
(السلام عليكم دار قوم مؤمنين، وإنا إن شاء الله بكم لاحقون، اللهم اغفر لأهل البقيع، اللهم اغفر لنا ولهم)
Pengunjung juga sepatutnya menziarahi masjid Quba’ untuk sembahyang di dalamnya kerana pernah Nabi s.a.w datang ke masjid Quba’ dalam keadaan menunggang dan berjalan kaki, baginda mendirikan sembahyang dua rakaat di dalamnya dan yang paling afdhal ialah pada hari Sabtu kerana Rasulullah s.a.w pernah datang ke masjid ini pada setiap hari Sabtu.

· Sebagaimana sunat juga menziarahi syuhada Uhud pada hari Khamis terutamanya penghulu syuhada’ Hamzah bapa saudara Rasulullah s.a.w.

Sembahyang Di Madinah:

· Sunat mendirikan sembahyang semuanya di Masjid Nabi sebagaimana yang diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a. bahawa Nabi s.a.w bersabda:
(Sembahyang di masjidku ini lebih baik dari seribu sembahyang yang dilakukan di masjid yang lain selain Masjidilharam).

Keluar Dari Madinah dan Musafir:

· Disunatkan bagi pengunjung apabila dia ingin keluar dan musafir, dia hendaklah meninggalkan masjid Nabi dengan mendirikan sembahyang sebanyak dua rakaat dan berdoa dengan doa yang dia inginkan kemudian dia datang ke Raudhah dan memberi salam sebagaimana dia memberi salam sebelum itu serta dia berdoa dengan menyebut sanak saudaranya bersama-sama di dalam doa tersebut dengan penuh tadharru’ dan meninggalkan Nabi s.a.w sambil berdoa:

(اللهم لا تجعل هذا آخر العهد بحرم رسولك (صلى الله عليه وسلم) ويسر لي العود إلى الحرمين سبيلاً سهلة بمنك وفضلك وارزقني العفو والعافية في الدنيا والآخرة وردنا سالمين غانمين إلى أوطاننا آمنين).

Seterusnya dia berkata: Kamu bukanlah orang yang ditinggalkan wahai Rasulullah).

Adab-adab Jemaah Haji Dan Umrah Kembali Ke Negerinya:

Sunat dia bertakbir di setiap tanah tinggi sebanyak tiga kali takbir kemudian dia berkata:

(آيبون تائبون عابدون ساجدون لربنا حامدون صدق الله وعده ونصر عبده و هزم الأحزاب وحده).

Dia menghantar berita tentang kepulangannya kepada keluarganya dan janganlah dia pulang secara mengejut kerana perbuatan itu adalah dilarang.

Apabila sampai di tanah airnya dia membaca:

(اللهم إني أسألك خيرها, و خير أهلها, و خير ما فيها, و أعوذ بك من شرها, و شر أهلها و شر ما فيها اللهم اجعل لنا بها قرراً و رزقاً, اللهم ارزقنا جناها, و أعذنا من وباها, و حببنا إلى أهلها, و حبب صالحي أهلها إلينا).

Apabila dia sampai ke kawasan tempat tinggalnya, dia pergi ke masjid kemudian sembahyang sunat sebanyak dua rakaat pada bukan waktu yang dilarang mendirikan sembahyang kemudian dia masuk ke rumahnya dan mendirikan sembahyang sunat sebanyak dua rakaat, memuji Allah s.w.t serta bersyukur di atas taufiq dan hidayatNya.

Disunatkan bagi orang yang bersalam dengan orang yang pulang dari mengerjakan Haji supaya berdoa:
(قبل الله حجك وغفر ذنبك وأخلف نفقتك).

Yang bermaksud: Semoga Allah menerima ibadat Haji kamu dan mengampunkan dosa kamu serta menggantikan perbelanjaan kamu.

Jemaah Haji pula menjawab:
(غفر الله لنا ولكم).

Yang bermaksud: Semoga Allah mengampunkan dosa kami dan dosa kamu semua.
Sepatutnya selepas jemaah Haji pulang dia hidup dalam keadaan yang lebih baik dari sebelumnya kerana ia melambangkan bahawa ibadat Hajinya diterima dan melakukan kebaikan dengan lebih banyak lagi.